01:38
Dirumahku, Bekasi
Aku sudah berada pada penghujung tahun, namun rasanya entah cukup atau kurang semua yang ku jalani tahun ini. Mengapa demikian? Akan sedikit aku jelaskan.
Mengapa ku merasa cukup? Karena seperti judul di atas, aku sudah merasa sampai disini harusnya cukup bagiku untuk bermain-main dengan perasaan, hati dan sebagainya. Mengapa? Karena kalau kulihat dan coba ku hitung dari post cerita di blog ini tahun lalu, Aku menceritakan seorang laki-laki yang dimana kalau untuk saat ini aku rasa sudah sangat lama aku melepaskannya. Sudah banyak laki-laki yang silih berganti datang dan pergi dalam kehidupanku. Bukan bermaksud untuk menjadi player, tidak sama sekali. Mengapa bukan? Karena disini lebih banyak Aku yang sakit hati daripada mereka :( dan sekarang Aku sudah lelah dengan semua itu.
Sebenarnya sejak berpisah dari laki-laki yang berbeda keyakinan denganku, aku ingin rehat dari dunia percintaan, lelah sangat soalnya. Akan tetapi ada seorang laki-laki yang sok pahlawan yang berkata ingin ada disampingku dan menemaniku, berbagi cerita canda dan tawa, suka dan duka. Hati kecil dan otak sudah tahu bahwa ini hanya akal bulus permainannya, tetapi namanya rasa, apa yang bisa Saya lakukan? Selain menuruti keinginannya? Dan akhirnya, singkat cerita Saya patah hari setelah kurang dari 3 bulan mencoba memahaminya. Bukannya pamrih atau tidak ikhlas, namun memang iya. Bahwa Saya sudah mengorbankan banyak hal untuknya, tetapi apa yang bisa Saya lakukan jika dengan orang lain (mantannya) dia akan lebih bahagia?
Saya sudah mencoba ikhlas dan melupakan walau sulit, dan saya tidak berharap dia datang lagi ke hidup Saya, memang belum melupakan, tetapi bukankah akan lebih jahat kalau selagi saya mencoba ikhlas dan melupakan, dan dia malah pergi tanpa kabar dan hilang kontak. Lalu sekarang kalau mau balik lagi buat apa? Menusuk dan mengoyak lukaku hingga semakin parah?