Kulirik handphone dan kulihat jam menunjukkan angka
05.15. Aku shock. Hari ini aku menjadi pasukan pengibar bendera disekolahku.
Harusnya aku samp;ai disekolah jam 05.30. Tetapi, sekarang aku baru bangun. Aku
langsung mengambil handuk dan mandi. Setelah mandi aku melihat handphoneku dan
Dia tenyata mengirim BBM kepadaku “Bangunnn
:p” dan “Ping!” pada pukul 05.00.
Tetapi, aku baru bangun. Lalu akupun menbalas “Kamu dimana?” beberapa saat kemudian Dia membalas “Aku baru mau jalan” “Yaudah, hati-hati”
setelah membalas BBMnya, akupun bergegas menyiapkan semua perlengkapanku dan
memakai pantopelku. “Aku berangkat ya
pak, ma” lalu akupun mencium tangan mereka. Lalu aku berjalan menuju gang
rumahku dan menunggu Dia. 1 menit berlalu,.... 2, 5 ,10, 15, 20 menit.... Lalu
aku lanjutkan berjalan berjalan kaki karena jam sudah menunjukkan pukul 05.50.
Dan sesosok pria mengendarai motor Beat berwarna hitam dan helm berwarna hitam
yang memutar arah motornya ke arahku. “Kamu
bukan petugas upacara kan?” tanyanya. “Aku
petugas tauu....” jawabku. “Jadi apa
kamu? Ini udah siang tau.” Diapun menyalakan motornya dan melaju dengan
cepat.Sebelumnya dia tidak pernah melaju dengan kecepatan tinggi seperti ini.
Lalu aroma parfumnya pun tercium olehku. “Wangi”
bisikku dalam hati. “Lewat Summarecon
atau SMAN 4?” tanyanya. “Lebih deket
lewat mana?” jawabku “Tadi sih aku
lewat Summarecon ke rumah kamu.” balasnya. “Yaudah lewat sana aja.” Balasku lagi. Dia pun menambah kecepatan
karena hari sudah menjelang atau semakin siang Beberapa saat kemudian aku telah
sampai di Alfamidi dan dia memarkirkan motornya. “Nih kartu parkirnya” kataku sambil memberikan kartu parkirnya. “Kamulah yang pegang” balasnya dengan
senyuman aneh. Lalu aku berjalan ke sekolah. “Kalo jalannya lama kayak gini, pas bel kita baru nyampe. “
gerutuku melihat Dia jalan lama sekali. “Okey....”
Lalu Diapun berjalan cepat. “Nih minum
dulu” Katanya sambil memberiku air mineralnya. “Makasih” Jawabku. Setelah sampai sekolah aku bertemu adik kelasku
dan dia bertanya “ Kok teteh baru
dateng?” “Kesiangan.” Jawabku dan langsung berlari ke ruangan yang biasa
dipakai PASKIBRA saat upacara besar. Setelah sampai dan masuk keruangan, temen-temanku
bertanya “Kok lu baru dateng?” “Lu
darimana aja?” “Telat banget sih?” dan yang terakhir yang membuatku
tersenyum ada temanku yang bertanya, “Lu
bareng sama Dia ya?” Aku hanya membalas dengan senyum. Lalu dia pun
tertawa. Dia adalah alumni PASKIBRA SMK 1, dan saat ini kuliah di Politeknik
Manufaktur Astra. Sedangkan aku masih kelas 11 di SMK 1. Aku juga bingung.
Salah satu kesamaan yang aku dan Dia miliki adalah, Aku dan Dia berulang tahun
tanggal 10 Mei. 10 Mei lalu, Dia merayakan ulang tahun ke 19. Dan aku 16 tahun
tetapi aku belum dekat dengannya saat itu. Hanya sebatas purna dan anggota.
Tetapi aku engga tahu sekarang hubunganku hanya sebatas itu atau tidak. Mungkin
iya. “Buruan pake kostum lu.” Kata
temanku membuyarkan lamunanku. Lalu akupun bergegas memakai kostum biru. “Untung aku udah pakai celana putih dari
rumah.” Bisikku dalam hati. Lalu aku meminta temanku memakaikanku tanda
jasa dan nametagku. Semuanya sibuk dengan urusan masing masing. Setelah selesai
akupun baris dan memasuki lapangan upacara yang dikomando oleh danton
angkatanku, Baihaki. “Egita.......”
ada seseorang memanggilku tetapi aku tidak melihatnya. Aku terlalu fokus hehe.
Upacara berjalan khidmat sampai MC mengucapkan “Pengibaran bendera Merah Putih” “Luruskan!” Suara keras dantonku
itu. “Jalan ditempat gerak,
Maju............... jalan” lalu pasukan pengibarpun pun berjalan dan
membuka formasi. Lalu, bakipun memberi bendera kepada pengibar bendera. Setelah
komando “Bendera siap.” Dan “Hormat gerak!” terdengar alunan
instrumen lagu Indonesia Raya mengalun indah seirama dengan naiknya sang saka
bendera Merah Putih duplikat yang berukuran 2m x 3m itu. Setelah bendera
berkibar diatas tiang dan alunan instrumen tersebut berhenti, sang pemimpin
upacara berkata “Tegak gerak!” dan
upacara kembali khidmat sampai selesai. Setelah itu aku dan pasukan pengibar
bendera dan para alumni pun foto-foto. Karena jarang kami bisa berkumpul
seperti ini. Setelah itui kami memasuki ruangan, membereskan atribut dan
setelah itu dibariskan kembali tetapi didalam ruangan. “Siapa disini yang belum sarapan?” tanya salah satu tetehku. Akupun
mengangkat tangan. “Kenapa kamu ga sarapan?”
“Kesiangan teh” “Kenapa kesiangan? Sarapan itu penting biar ga sakit. Kamu kuat
ga?” “Kuat teh” dan omelan itu diteruskan, setelah itu kami disuruh push up
sebanyak 30 hitungan. Dan setelah itu kami langsung membereskan ruangan dan
pergi ke kantin untuk makan karena kami semua ditraktir sekolah dan bebas makan
apa saja. Setelah makan kami pergi ke kelas masing-masing untuk mengikuti lomba
17-an setelah pamit kepada semua alumni dan Dia akupun hendak pergi tetapi ia
pun bertanya “Mana kartu parkirnya?”
lalu akupun mengambilnya didalam tas dan memberikan padanya “Ini...” dan akupun bergegas ke kelasku
dan setelah selesai akupun pulang ke rumah untuk mempersiapkan diri buat besok
sekolah seperti biasa.